Situs Judi Online Pkv Poker Menurut ITE dan UU Indonesia

Pkv poker menjadi pilihan bagi berbagai kalangan yang senang dengan permainan judi dengan akses online. Seiring berkembangnya zaman ini, dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, perjudian di Indonesia juga mengalami perkembangan metodenya yang semakin meningkat. 

Pada saat ini seseorang dapat melakukan perjudian sebagaimana di maksud dalam Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1981 Pasal 1 serta perjudian termasuk judi online di situs pkv poker yang terkait dengan hasil pertandingan sepak bola tidak lagi harus berkumpul dan bertemu di satu tempat untuk melaksakan perjudiannya. 

Dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi serta fasilitas perbankan yang ada, maka cukup dilakukan di depan komputer atau gadget yang dilengkapi dengan koneksi internet serta membuka situs/laman perjudian maka perjudian telah dapat dilakukan. Hal yang demikian ini sering disebut dengan perjudian online termasuk judi online di situs pkv poker

Dengan sistem online, perjudian akan menjadi lebih praktis dilakukan, cepat (realtime), tidak dibatasi ruang dan waktu serta lebih aman dibandingkan dengan perjudian secara konvensional yang selama ini dikenal oleh masyarakat luas. Kemudahankemudahan inilah yang menjadikan perjudian online termasuk judi online di situs pkv poker semakin tumbuh subur dari waktu ke waktu. 

Menurut informasi yang dihimpun oleh Penulis, bahwa maraknya perjudian online termasuk judi online di situs pkv poker ini dimulai sejak awal tahun 2009 yang juga melibatkan seluruh kalangan baik yang berusia produktif hingga lansia, baik yang bergolongan ekonomi tinggi hingga yang berekonomi pas-pasan. 

Hal ini tentunya menjadi permasalahan yang cukup serius mengingat efek dari tindak pidana perjudian tidak hanya berhenti di ranah perjudian termasuk judi online di situs pkv poker saja melainkan dapat meluas hingga menimbulkan tindak pidana lain dikarenakan seseorang yang ketagihan berjudi namun modal sudah habis hal ini cenderung meningkatkan kecanduan yang semakin tinggi. 

Selain itu, faktor praktis dan kemudahan dalam mengakses dalan melakukan tindak pidana perjudian juga turut serta menjadi penyubur tindak pidana perjudian ini hingga sulit untuk diberantas. Secara ringkas, faktor-faktor yang mempengaruhi berkembangnya perjudian online termasuk judi online di situs pkv poker 

Kenyataan ini dapat dilihat dari banyaknya situs-situs judi online yang bebas beroperasi lengkap dengan situs-situs referal dan situs dari para agennya. Bahkan secara terang-terangan mempromosikan situsnya melalui fasilitas iklan berbayar yang disediakan oleh mesin pencari seperti Google. 

Banyak penyalahgunaan fasilitas perbankan. Maraknya perjudian online tentunya tidak bisa dilepaskan dari adanya berbagai fasilitas perbankan yang ada pada saat ini seperti Auto Teller Machine (ATM), Internet Banking, Mobile Banking dan lain-lain. Dengan berbagai fasilitas perbankan tersebut, sangat mempermudah proses pembayaran dari pihak pemain kepada pihak pengelola dan sebaliknya. Persoalan penegakan hukum perjudian online juga membuat aparat kepolisian harus bekerja lebih keras lagi untuk memperoleh alat bukti. 

Jika pada perjudian secara konvensional, alat bukti dapat diperoleh di tempat kejadian berupa uang, kartu, dadu, maka dalam perjudian online dilakukan permainan komputer biasa. Pada perjudian online dengan menggunakan media internet, taruhan dibayar bukan dari tangan ke tangan, akan tetapi ditransfer langsung dengan menulis nomor account kartu kredit melalui internet pula.

Dalam hukum acara pidana di dalam bidang pembuktian mengenal adanya Barang Bukti dan Alat bukti, yang mana keduanya sangat diperlukan dalam proses persidangan untuk membuktikan suatu tindak pidana yang didakwakan terhadap terdakwa. Barang Bukti atau corpus delicti adalah benda-benda yang tersangkut dalam suatu tindak pidana termasuk juga ada dalam tindak perjudian.

Kemudian alat bukti yang sah untuk diajukan di persidangan sebagaimana diatur di dalam Pasal 184 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP) adalah a. Keterangan saksi b. Keterangan ahli c. Surat d. Petunjuk e. Keterangan terdakwa.

Alat bukti yang disebutkan KUHAP di atas secara limitatif dan kurang mengakomodir dari pemenuhan alat bukti dalam tindak pidana yang memanfaatkan ilmu teknologi dan telekomunikasi, maka saat ini telah ada mekanisme peraturan perUndangUndangan yang mengatur berbagai aktifitas yang dilakukan di dunia maya (cyberspace).

Termasuk pelanggaran hukum yang terjadi yakni Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (selanjutnya disebut Undang-Undang ITE) yang memperluas pengertian dari barang bukti dalam Hukum Acara Pidana. Selain Undang-Undang ITE, tindak pidana perjudian juga telah diatur dalam KUHP sebagaimana tercantum dalam Pasal 303 dan Pasal 303 bis KUHP. 

Menurut penjelasan Pasal 303 ayat (3) KUHP sebagaimana di atas, bahwa yang menjadi obyek adalah permainan judi yang dalam bahasa asing dikenal dengan istilah hazardspel. Tidak semua permainan judi termasuk hazardspel. Yang dimaksud dalam Pasal 303 ayat (3) adalah tiap-tiap permainan yang mendasarkan pengharapan menang pada umumnya bergantung pada untung-untungan saja dan juga kalau pengaharapan itu jadi bertambah besar karena kepintaran dan kebiasaan pemain.

Latar belakang lahirnya Undang-Undang ITE adalah dikarenakan adanya perkembangan yang muncul dalam berbagai bentuk kejahatan di dunia maya (cyber crime) yang tidak dapat lagi dikenakan sanksi berdasarkan peraturan perUndang-Undangan yang ada sebelumnya yaitu KUHP. 

Sedangkan orang yang dikenakan tindak pidana perjudian termasuk judi online di situs pkv poker adalah setiap orang yang terlibat dalam suatu praktik perjudian. Artinya, penyidik dituntut untuk mencari alat bukti yang dalam perjudian online sangat susah untuk mendapatkannya.